KAJIAN BAWANG MERAH OLEH PENYULUH


PENGARUH UKURAN BIBIT TERHADAP PEMBENTUKAN BIOMASSA TANAMAN BAWANG MERAH DI GREEN HOUSE


Oleh :
Hamdani, S.St *Penyuluh Pertanian Desa Gondang


PENDAHULUAN
Bawang merah termasuk komoditas utama dalam prioritas pengembangan sayuran di Indonesia. Meskipun fluktuasi harga bawang merah sering naik turun, namun usaha tani  bawang merah sangatlah prospektif untuk diusahakan dan dijadikan andalan mengingat permintaan bawang merah terus meningkat, baik permintaan pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri atau untuk tujuan ekspor (Purnawanto dan Nugroho, 2009). Hal tersebut karena sejak dulu bawang merah banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu penyedap makanan sehari-hari dan juga dipakai sebagai obat tradisional atau bahan untuk industri makanan yang terus berkembang dari waktu ke waktu (Muhammad, Sabiham, Rachim dan Adijuwana, 2003). Bawang merah termasuk tanaman yang perbanyakannya tidak menggunakan biji tetapi menggunakan umbi (organ vegetatif). Ukuran umbi bawang merah sangat bervariasi, yaitu antara 1 –6 gram bobot umbi basah. Adapun yang paling Agus Mulyadi Purnawanto : Pengaruh Ukuran Bibit Terhadap ...24 banyak digunakan oleh para petani sebagai bahan tanam adalah umbi dengan ukuran sekitar 5 gram bobot umbi basah. Pertimbangan dipilihnya umbi dengan ukuran 5 gram tersebut dengan asumsi bahwa umbi yang besar memiliki cadangan makanan (endosperm) lebih banyak sehingga diharapkan proses pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik. Akan tetapi pertimbangan tersebut belum melalui kajian ilmiah mengenai tingkat efisiensi pembentukan biomassa tanaman bawang merahsecara menyeluruh mulai pertumbuhan awal hingga panen, antara umbi dengan bobot yang besar dengan bobot yang kecil. Karena bobot umbi yang  besar tidak selamanya memberikan pertumbuhan dan hasil akhir tanaman yang lebih baik dibanding umbi dengan bobot yang lebih rendah.
Sumadi, Hamidin dan Sakiroh (2010) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa ukuran benih kacang panjang tidak berpengaruh nyata terhadap komponen hasil dan hasil kacang panjang. Begitu pula Gunarto (2010) menyatakan bahwa pemakaian bibit kentang ukuran besar menghasilkan produksi umbi yang relatif sama dengan bibit ukuran kecil. Pemilihan ukuran bibit bawang merah oleh petani mestinya juga mempertimbangkan aspek lain, seperti tindakan pemberian pupuk Nitrogen. Pemberian nitrogendalam jangka panjang, memungkinkan umbi dengan bobot kecil tumbuh sama baiknya dengan umbi berbobot besar. Hal ini karena pupuk nitrogen yang diberikan pada tanaman sangat berperan dalam proses pertumbuhan vegetatif tanaman, termasuk pembentukan umbi tanaman bawang merah. Oleh karena itu penting kiranya untuk dilakukan pengkajian mengenai pengaruh ukuran bibit terhadap pembentukan biomassa tanaman bawang merah padatingkat pemberian pupuk nitrogen yang berbeda, sehingga bisa diketahui
budidaya bawang merah yang sangat efisienditinjau dari aspek ukuran bibit dan takaran pupuk nitrogen.


METODE PENELITIAN

Bawang Merah di Green House
Kajian ini akan dilaksanakan di Green House UPTD/BPP Kecamatan Gangga mulai bulan September 2017.
Bahan-bahan yang dipergunakan dalam penelitian ini antara lain:
1.      bibit bawang merah varietas Brebes Bima,
2.      Furadan 3G, Supracide, Curacron, Urea, SP 36, dan KCl.
Adapun peralatan yang dipergunakan antara lain:
1.      cangkul,
2.      Sekop
3.      hand sprayer,
4.      timbangan
5.      beberapa peralatan non teknis lainnya.
6.      Rak tanam ukuran 2mx4m
Penelitian merupakan percobaan faktorial 2mx4m Penelitian ini terdiri atas satu faktor yaitu :
Faktor I = Ukuran umbi bawang merah
(U)       = terdiri dari dua taraf :
U1       = umbi dengan bobot basah 1- 4 gram
U2       = umbi dengan bobot basah 5 - 6 gram


ANALISIS DATA
Faktor yang diukur dan diamati dalam penelitian adalah:
1.      Jumlah daun masing-masing faktor
2.      Jumlah umbi masing-masing perlakuan
3.      Bobot biomassa/ukuran umbi masing-masing perlakuan

 PELAKSANAAN PENELITIAN

Rak tanam diisi Tanah kompos hingga diperoleh kondisi tanah yang bersih dan remah dengan ketebalan 30 cm. selanjutnya media tanam tersebut dibiarkan selama satu hari. Umbi bawang merah ditanam dengan kedalaman tanam setinggi umbi. Setiap lubang tanam ditanami umbi bibit yang telah dipotong 1/3 bagian ujungnya dengan posisi ujung berada di atas dan bekas potongan tepat rata dengan permukaan tanah.
Bagian atas ditutup dengan tanah tipis dan setelah itu tanah disiram air menggunakan gembor, agar tanah menjadi lembab. Pupuk SP 36 diberikan satu hari setelah penanaman dengan dosis 200 kg/ha, sedangkan Urea dengan dosis sesuai perlakuan dan KCl sebanyak 200 kg/ha diberikan pada umur satu minggu setelah tanam masing-masing setengah dosis.
Sisanya diberikan saat tanaman berumur 20 hari setelah tanam. Pupuk diberikan dengan cara dimasukkan ke dalam lubang dengan kedalaman sekitar 5 cm dengan jarak 7 cm dari lubang tanam, lalu ditutup kembali dengan tanah. Sedangkan pemeliharaan tanaman yang lainnya seperti pengairan, penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit dilakukan menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.
2 m
 
Gambar Denah Lokasi :                        








Umbi 1-4 gr
 
 














Umbi 5 > gr
 
4 m
 



HASIL DAN PEMBAHASAN

Penggunaan bibit umbi dengan bobot5 gram (U2), menghasilkan jumlah daun lebih banyak dibandingkan dengan umbi dengan bobot 3 gram (U1).
Tabel 1. Rata-rata Jumlah Daun (Helai) Tanaman Bawang Merah pada Perlakuan Variasi
Ukuran Bibit (U)
PerlakuanUmur tanaman (hst)20 30 4050 Ukuran Bibit (U): tidak berbeda nyata pada taraf Uji menyimpulkan bahwa perlakuan ukuran benih berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan sangat nyata terhadap berat 1000 biji per tanaman bawang merah. Benih yang paling baik adalah benih yang berukuran besar. Sedangkan perlakuan ukuran bibit, menunjukkan bahwa bibit dengan ukuran 5 gram (U2) menghasilkan bobot brangkasan yang lebih besar dibanding bibit dengan ukuran 3 gram (U1).

KIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
a.       Faktor cuaca yang kurang baik mengakibatkan belum bisa menentukan ukuran bibit bawang merah dan takaran pupuk nitrogen yang paling efisien untuk pembentukan biomassa tanaman. Tetapi jika ditinjau dari jumlah daun  dan bobot brangkasan yang terbentuk maka bibit yang berukuran 5 gram (U2) lebih baik dibandingkan yang berukuran 3 gram (U1).
Saran
Untuk mengetahui ukuran bibit bawang merah yang paling efisien untuk pembentukan biomassa tanaman perlu dilakukan pengkajian kembali pada kondisi lingkungan (cahaya dan curah hujan) yang optimal untuk pertumbuhan bawang merah.


DAFTAR PUSTAKA

Arifah, S. M., 2000. Kajian Penggunaan Beberapa Varietas Bawang Merah Kodya Malang. Laporan Penelitian. Universitas Muhammadiyah MalangGunarto, Anton. 2010.

Pengaruh Penggunaan Ukuran Bibit terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Mutu Umbi Kentang Bibit G4 (Solanum tuberrosum). http://www.iptek.net.id/ind/?mnu=8&ch=jsti&id=329. Diunduh tanggal 20 Oktober 2017

Muhammad, H., S. Sabiham, A. Rachim dan H. Adijuwana, 2003. Pengaruh Pemberian Sulfur dan Blotong terhdap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah pada Tanah Inseptisol.. Jurnal Hortikultura 13 (2):95-104

Purnawanto, A. M. dan Nugroho, B. 2009. Pengaruh Pemberian Limbah Media Tanam Jamur Tiram terhadap Hasil Bawang Merah dan Efisiensi Penggunaan Pupuk Urea pada Periode Tanam Kedua.


 
RENCANA ANGGARAN BIAYA

Jenis Kegiatan : Pengaruh Ukuran Bibit Bawang Merah Terhadap Produksi
Waktu                         : Bulan September 2017
Lokasi             : Green House UPTD/BPP Kecamatan Gangga

NO
URAIAN
SATUAN
VOLUME
HARGA SATUAN
JUMLAH HARGA
A
SARANA PRODUKSI





1. Bawang Merah
kg
5
35000
175.000

2. Pupuk Organik
kg
1000
600
600.000

3. Pupuk Za
kg
10
3000
30.000

4. Pupuk NPK
kg
10
3000
30.000

5. Pupuk SP-36
kg
10
3000
30.000

6. Pestisida
liter
1
85000
85.000







JUMLAH A



950.000
B
BAHAN DAN ALAT





1. Alas Bambu (Bedek)
lembar
2
50000
100.000

2. Papan kayu klas III
m
12
10000
120.000

3. Tali Kawat
Kg
0,25
20000
5.000







JUMLAH B



225.000







TOTAL = JUMLAH A + JUMLAH B



1.175.000





















Komentar